Selasa, 17 September 2013



MENJELANG TAHAJUD

Peneka terbit luruh ditilam bantal
Telah kau semediakan kesadaran terselimut separuh kematian
Lantas terkelana menembus alam semesta
Hingga loncat dari suatu bintang ke bintang berikutnya,
Menyelam samudra sembari terkadang memercikan kesunyian
            Di atas awan kau pandang semesta
            Terkadang pelupuk matamu berbinar sekaligus meneteskan air mata
            Terkadang pula kulum manismu menyeret kesadaran
            Untuk tiba-tiba tertawa an marah seketika.
Malam kau coba menjadi udara
Mengembara dari ruang ke ruang lainnya
Merajut nestapa dan suka
Istana cintanya bertonggakan do’a
Yang kau patri di setiap butiran gelap
Hingga batas ujung : Tahajud !!!
Tiba-tiba kau telah berdiri
Di atas kilatan tajamnya pedang kehidupan
Dan simpuh ketakutan adalah wujud kesirnaan Mu.
Sampai air mata adalah diri-mu yang sesungguhnya.


MENGAPA REMAJA SUKA MENGGUNAKAN BAHASA GAUL

Dalam bahasa sehari-hari, terutama dengan sesame sebayanya. Remaja seringkali menggunakan bahasa spesifik yang kita kenal dengan bahasa “GAUL”, di samping bukan merupakan bahasa yang baku. Kata-kata dan istilah dari bahasa gaul ini terkadang hanya di mengerti oleh para remaja atau mereka yang kerap menggunakannya.
Menurut piaaget (dalam Papalia.2004), remaja memasuki tahap perkembangan kognitif yang di sebut tahap formal operasional. Piaaget menyatakan bahwa tahapan ini merrupakan tahap tinggi perkembangan kognitif manusia. Pada tahap ini individu mulai mengembangkan kapasitas abstraksinya.
Sejalan dengan perkembangan kognitifnya, perkembangan bahasa remaja mengalami peningkatan pesat, Kosakata remaja terus mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya referensi bacaan dengan topic-topik yang lebih kompleks. Menurut Qwen (Dalam Papalia 2004) remaja mulai peka dengan kata-kata yang memiliki makna ganda mereka menyukai penggunaan metaphor, ironi, dan bermain dengan kata-kata untuk mengapresikan pendapat mereka, terkadang mereka menciptakan ungkapan-ungkapan baru yang sifatnya tidak baku. Bahasa seperti inilah yang kemudian banyak dikenal dengan istilah bahasa gaul,


SAHABAT

Saat pilu mengahampiri
Kau datang untuk mengihiburku
Saat kau bahagia
Kau dating untuk ikut merasakan
Kebahagiaanku
            Sahabat…..
            Engkau untukku adalah tempat Untuk curahakan
            Kepedihanku, Engkau berkorban Untuk diriku ini
            Walau harus nyawa taruhannya
            Namun mengapa?
Jika saat duka datang padamu
Ku tak bisa membantumu?
Maafkan aku wahai sahabat
Tetapi walau begitu kau tetap menyayangiku
Terima kasih wahai sahabat


Apersepsi

Akhir-akhir ini kita sering mendengar berita mengenai dampak pemanasan global. Terjadinya pemanasan global telah menjadi isu di seluruh dunia. Untuk mengatasi pemanasan global tersebut. Diperluan kesadaran dan upaya-upaya dari saluruh Negara di dunia. Pemanasan global merupakan salah satu permasalahan lingkkungan. Selain itu masih banyak masalah lingkungan lain yang harus dihadapi manusia saat ini.Manusia harus lebih peduli dengan lingkungan sekitarnya agar keseimbangan dann kelestarian hidup tetap terjaga. Anda akan mmenggunakan tema “lingkungan’ pada pelajaran kali ini melalui kegiata: Wawancara tentanng tanggapan narasumber terhadap topic tertentu. Dan membacakan berita dengan inotasi, lafal dan sikap yang baik, terhadap berbagai keperluan. Pada aspek sastra dan mempelajari tentang cara-cara atau prinsip-prinsip penulisan resensi.


ibu yang sangat mulia


ibu……
Engkau sangat mulia dalam hidupku
Engkau mengandungku selama Sembilan bulan
Melahirkan, menyusui, siang dan malam
Tanpa ada rasa lelah letih dan resah
Engkau mendidiku sampai sebesar ini
Dengan rasa ikhlas tanpa mengaharapkan pamrih
          Ibu…..
          Engkau pelita hatiku
          Engkau pelindung jiwaku
          Penyejuk hasratku
          Engkau mempesona
          Surga di telapak kakimu ibu